Pengertian Sistem Informasi, Ciri, Fungsi, Komponen Menurut
Para Ahli &Contohnya
Secara Umum,
Pengertian Sistem Informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk
manajemen pengambilan keputusan/kebijakan dan menjalankan operasional dari
kombinasi orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang
terorganisasi. atau sistem informasi diartikan sebagai
kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan
teknologi untuk mendukung operasi dan manajemen. Sedangkan dalam arti luas, sistem
informasi diartikan sebagia sistem informasi yang sering digunakan menurut
kepada interaksi antara orang, proses, algoritmik, data dan teknologi.
Secara terpisah, Pengertian Sistem adalah
kumpulan orang yang saling bekerja sama dengan ketentuan-ketentuan aturan yang
sistematis dan terstruktur untuk membentuk satu kesatuan melaksanakan suatu
fungsi untuk mencapai tujuan. Sistem memiliki beberapa karakteristik atau sifat
yang terdiri dari komponen sistem, batasan sistem, lingkungan luar sistem,
penghubung sistem, masukan sistem, keluaran sistem, pengolahan sistem dan sasaran
sistem. Sedangkan Pengertian Informasi adalah data yang diolah
menjadi lebih berguna dan berarti bagi penerimanya dan untuk mengurangi
ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan mengenai suatu keadaan.
Pengertian
Sistem Informasi (SI) Menurut Para Ahli
- John
F. Nash: Pengertian
sistem informasi menurut John F. Nash adalah kombinasi dari manusia,
fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang
bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atau transaksi
tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan
menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
- Robert
A. Leitch: Menurut
Robert A. Leitch, pengertian sistem informasi adalah suatu sistem di dalam
suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian,
mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu
organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan.
- Henry
Lucas: Pengertian
sistem informasi menurut Henry Lucas adalah suatu kegiatan dari
prosedur-prosedur yang diorganisasikan, apabila dieksekusi akan
menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan
pengendalian di dalam.
- Alter: Pengertian sistem informasi
menurut Alter bahwa sistem informasi adalah sebagai tipe khusus dari
sistem kerja dimana manusia dan/mesin melakukan pekerjaan dengan
menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/jasa bagi
pelanggan.
Fungsi
Sistem Informasi
- Untuk
meningkatkan aksesiblitas data yang ada secara efektif dan efisien kepada
pengguna, tanpa dengan prantara sistem informasi.
- Memperbaiki
produktivitas aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem
- Menjamin
tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi
secara kritis.
- Mengidentifikasi
kebutuhan mengenai keterampilan pendukung sistem informasi
- Mengantisipasi
dan memahami akan konsekuensi ekonomi
- Menetapkan
investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi
- Mengembangkan
proses perencanaan yang efektif
Komponen
Sistem Informasi (SI)
komponen-komponen
dari sistem informasi adalah sebagai berikut...
1. Komponen input adalah data yang masuk ke
dalam sistem informasi
2. Komponen model adalah kombinasi
prosedur, logika dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di
basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang
diinginkan.
3. Komponen output adalah hasil informasi
yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen
serta semua pemakai sistem.
4. Komponen teknologi adalah alat dalam
sistem informasi, teknologi digunakan dalam menerima input, menjalankan model,
menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantau
pengendalian sistem.
5. Komponen basis data adalah kumpulan data
yang saling berhubungan yang tersimpan di dalam komputer dengan menggunakan
software database.
6. Komponen kontrol adalah komponen yang
mengendalikan gangguan terhadap sistem informasi.
Ciri-Ciri
Sistem Informasi
a. Baru,adalah
informasi yang didapat sama sekali baru dan segar bagi penerima
b. Tambahan,
adalah informasi dapat diperbaharui atau memberikan tambahan terhadap informasi
yang sebelumnya telah ada.
c. Kolektif, adalah
informasi yang dapat menjadi suatu koreksi dari informasi yang salah
sebelumnya.
d. Penegas, adalah
informasi yang dapat mempertegas informasi yang telah ada
Pada dasarnya,
Pengertian Sistem Informasi terbentuk melalui kegiatan operasi yang tetap yaitu
:
1. Mengumpulkan
data
2. Mengelompokkan
data
3. Menghitung
dan menganalisa data
4. Menyajikan
laporan data
Sasaran dalam Sistem Informasi, yaitu :
1. Meningkatkan
efektifitas secara keseluruhan
2. Meningkatkan
efektifitas ekonomi
3. Meningkatkan
penyelesaian tugas
Komponen dalam Sistem Informasi, yaitu :
1. Manusia,
seperti manajer, operator, analis dan programmer
2. Database,
kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sehingga pengguna sistem
informasi mudah mengakses.
3. Telekomunikasi,
sebagai penghubung antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara
bersama-sama ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif.
4. Perangkat
keras, melengkapi data dengan memasukkan, memproses dan mengeluarkan data.
5. Perangkat
lunak, suatu program dan instruksi yang diberikan pada computer
Contoh system informasi berbasis
internet
1.
E-bussiness (Inggris: Electronic
Business, atau "E-business") dapat diterjemahkan sebagai kegiatan
bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. Istilah yang pertama kali
diperkenalkan oleh Lou
Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM ini, sekarang merupakan bentuk
kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet. E-bisnis memungkinkan suatu
perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara
lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan
dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan
melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Dalam
penggunaan sehari-hari, e-bisnis tidak hanya menyangkut e-dagang (perdagangan
elektronik atau e-commerce)
saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih merupakan sub bagian dari e-bisnis,
sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan
data elektronik, termasuk pemasaran Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari
e-bisnis, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau
Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen
pengetahuan, e-dagang mempunyai goal untuk menambah revenu dari
perusahaan [1] .
Sementara itu, e-bisnis berkaitan secara menyeluruh dengan
proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic
purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management),
pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan
kerja sama dengan mitra bisnis. E-bisnis memberi kemungkinan untuk pertukaran
data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.
E-banking yang juga dikenal dengan istilah
internet banking ini adalah melakukan transaksi, pembayaran, dan transaksi
lainnya melalui internet dengan website milik bank yang dilengkapi sistem
keamanan. Dari waktu ke waktu, makin banyak bank yang menyediakan layanan atau
jasa internet banking yang diatur melalui Peraturan Bank Indonesia No.
9/15/PBI/2007 Tahun 2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan
Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. Penyelenggaraan internet banking merupakan
penerapan atau aplikasi teknologi informasi yang terus berkembang dan
dimanfaatkan untuk menjawab keinginan nasabah perbankan yang menginginkan
servis cepat, aman, nyaman murah dan tersedia setiap saat (24 jam/hari, 7
hari/minggu) dan dapat diakses dari mana saja baik itu dari HP, Komputer,
laptop/ note book, PDA, dan sebagainya.
Aplikasi teknologi informasi dalam
internet banking akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan produktifitas
sekaligus meningkatkan pendapatan melalui sistem penjualan yang jauh lebih
efektif daripada bank konvensional. Tanpa adanya aplikasi teknologi informasi
dalam internet banking, maka internet banking tidak akan jalan dan dimanfaatkan
oleh industri perbankan. Secara umum, dalam penyediaan layanan internet
banking, bank memberikan informasi mengenai produk dan jasanya via portal di
internet, memberikan akses kepada para nasabah untuk bertransaksi dan
meng-update data pribadinya. Adapun persyaratan bisnis dari internet banking
antara lain: a). aplikasi mudah digunakan; b). layanan dapat dijangkau dari
mana saja; c). murah; d). dapat dipercaya; dan e). dapat diandalkan (reliable).
Di Indonesia, internet banking telah diperkenalkan
pada konsumen perbankan sejak beberapa tahun lalu. Beberapa bank besar baik
BUMN atau swasta Indonesia yang menyediakan layanan tersebut antara lain BCA, Bank Mandiri, BNI, BII, Lippo Bank,
Permata Bank dan sebagainya. Internet banking telah memberikan keuntungan
kepada pihak bank antara lain:
Business expansion Dahulu sebuah bank harus memiliki sebuah kantor
cabang untuk beroperasi di tempat tertentu. Kemudian hal ini dipermudah dengan
hanya meletakkan mesin ATM sehingga dia dapat hadir di tempat tersebut.
Kemudian ada phone banking yang mulai menghilangkan batas fisik dimana nasabah
dapat menggunakan telepon untuk melakukan aktivitas perbankannya. Sekarang ada
internet banking yang lebih mempermudah lagi karena menghilangkan batas ruang
dan waktu.
Customer loyality Khususnya nasabah yang sering bergerak
(mobile), akan merasa lebih nyaman untuk melakukan aktivitas perbankannya tanpa
harus membuka account di bank yang berbeda-beda di berbagai tempat. Dia dapat
menggunakan satu bank saja.
Revenue and cost improvement Biaya untuk memberikan layanan perbankan
melalui Internet Banking dapat lebih murah daripada membuka kantor cabang atau
membuat mesin ATM.
Competitive advantage Bank yang memiliki internet banking akan
memiliki keuntungan dibandingkan dengan bank yang tidak memiliki internet
banking. Dalam waktu dekat, orang tidak ingin membuka account di bank yang
tidak memiliki fasilitas Internet Banking.
New business model Internet Banking memungkinan adanya bisnis
model yang baru. Layanan perbankan baru dapat diluncurkan melalui web dengan
cepat.
Berbagai jenis teknologinya diantaranya meliputi:
·
Anjungan
Tunai Mandiri (Automated
Teller Machine)
·
Sistem
Aplikasi Perbankan (Banking Application System)
·
Sistem
Penyelesaian Bruto Waktu-Nyata (Real-Time
Gross Settlement System)
·
Perbankan
Daring (Internet Banking)
·
Sistem
Kliring Elektronik
Bank Indonesia sendiri lebih sering menggunakan
istilah Teknologi Sistem
Informasi Perbankan untuk
semua terapan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan perbankan, atau
lebih populer dengan istilah perbankan elektronik (electronic banking)
Dikutip
dari:
Susanto, Azhar. 2004. Sistem Informasi Manajemen Konsep dan
Pengembangannya. Bandung: Lingga Jati.
http://isma-ismi.com/pengertian-sistem-informasi.html
https://id.wikipedia.org/wiki/E-banking
Tidak ada komentar:
Posting Komentar